03 April 2009

Aku...... Letih....

Kepahitan membuatku perih
Merubahku jadi seekor iblis
Tapi iblisku.....
Membawaku selamat dari neraka

Apa aku harus jadi iblis?
Untuk menyelamatkan diriku sendiri
Aku lelah jadi iblis
Tapi akupun tidak mau masuk neraka

Aku mengikuti apa keyakinanku
Apa itu salah?
Seseorang menyalahi keyakinanku,
Karena nerakaku

Dimana aku harus berdiri
Disisi kiri ataukah kanan
Atau aku tidak bergeming
Atau aku bergeming

Aku bergeming, aku tidak bergeming
Aku bergeming, aku tetap bergeming
Aku letih tanpa aku berusaha
Aku letih kar’na aku berusaha

Aku…….letih……..
Karena aku…..berusaha…….
Aku……letih…..karena…..
Kepasrahanku……..
(3 April 2009)

Memungut Kata di Jalan

Memungut kata di jalan
Mungkin merupakan kalimat tak berujung
Karena ada begitu banyak kata di jalan
Merebak bagai udara, memadati ruang dan waktu
Memungut kata di jalan
Sebanyak yang kau mau, ambillah sesukamu
Memungut kata di jalan
Sesuatu yang tak terbayangkan indahnya
Meruluh rasa di sekujur tubuh
Melepas beban yang terkurung
Memungut kata di jalan
Seuntai kalimat, peruruh rasa
Pengobat rindu di keheningan.
(24 Maret 2009)


18 Maret 2009

Terbelenggu

Setapak kaki dikebekuan
Tak tahu hendak kemana
Terpaku rasa dikeheningan
Mau apa.......hendak apa.....

Terpaku, terduduk, terbelenggu
Kekalahan
Kepasrahan
Kemenangan
Ketenangan

03 Maret 2009

???

Fatamorgana menari
Merayuku
Mengajakku bercengkrama
Menghiburku dalam kesepian

Sesaat aku terlena
Terhindar duka dan lara
Terangkul pelukan hangat
Menepis wajah duka

Aku terpaku
Tertegun kehampaan
Kemana gerangan jalanku
??? pulanglah sayang!!

Sekedar kau teguk minuman
Pelepas haus dan dahaga
Pemberi semangat jiwa
Pada kehampaan
Aku Menanti

Detik dimana aku berdiri
Tak cukup membuatku bahagia
Ada apa gerangan?

Banyak yang sudah aku lakukan
Tak cukup untuk aku dapatkan
Kehampaan mengelayut

Kemana?
Dimana?
Kapan?
Akhir semua ini?

Tetap tak menjawab semua pertanyaan
Aku bertekad
Sampai pada tujuan
Aku menanti
Cahaya Terang

Cahaya terang tak berarti bagiku
Tak membantu membuka gelap matahatiku
Sungguh, aku ingin keajaiban terjadi
Membantu membuka selubung kabutku

Secercah harapan sebagai obor
Sampai hari dimana aku berdiri
Sebagai pemenang sebuah pertandingan
Tegak membusungkan dada

Namun untuk apa
Karena pertarungan belum selesai
Hingga ajal menutup mata
Obor itu, menjadi cahaya terang untukku

01 Maret 2009

Hadiah Terindah Untukku
16 November 2008

Indahnya karunia-Mu membuat aku teduh
Kepastian janji-Mu membuat aku tegar
Dengan badai dan gelombang tinggi disekitarku
Aku tidak bergeming

Allah menunjukkan jalan-Nya padaku
Membuka pintu untukku
Memberi harapan besar padaku
Memberi hadiah terindah dalam hidupku

Tak cukup sampai disitu
Badai menghadang di depan mata
Ia tak cukup puas melihatku bahagia
Apa salahku?

Tidakkah aku pantas menerima
Imbalan atas pengorbananku
Mungkin tidak hari ini aku menuai
Hadiah terindah dalam hidupku?

ShoutMix chat widget